Sedikit Cerita dari Sunatan Massal

Hari ini aku mengikuti sebuah bakti sosial berupa sirkumsisi atau sunatan massal, yang diadakan oleh BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Yah motivasiku untuk ikut sebenarnya adalah untuk melatih kemampuan 'menyunat'(yang notabene harus dikuasai dokter umum)ku, secara sebelum ini aku baru sekali ikut sirkumsisi dan waktu itu aku cuma dapat kesempatan untuk menjahit doang,,:(

Yah begitulah tujuan awalku, dan walaupun selama sirkum tadi aku gak dapat kesempatan penuh untuk jadi operator(penyunat utama(?) tapi aku mendapat hal lain yang lebih dari sekedar kemampuan sirkumsisi.
Hal itu adalah 'mengamati momen-momen yang menyentuh'
:)

momen apa itu?

Yang paling bikin aku terkesan adalah 'kasih sayang orang tua'.
Selama sirkum tadi banyak sekali anak-anak yang menangis histeris, satu ruangan yang terdiri dari tujuh meja sirkum itu jadi berisik sekali. Nah pada saat-saat inilah orang tua anak-anak tsb menemani mereka, membimbing mereka untuk membaca kalimat-kalimat thayyibah ataupun ayat-ayat pendek untuk menguatkan mereka..
Sehingga di ruangan itu berkumandanglah "laa ilaahailallah","Allahuakbar!Allahuakbar!"(sekilas kayak orang mau berperang,hehehe),Al fatihah, dan ayat-ayat pendek di Juz 30 (ketahuanlah siapa yang bagus hapalan ayat pendeknya, karena banyak juga anak-anak itu yang ngawur bacaan ayatnya, hahaha :D).

Dan banyak juga anak-anak yang saking histerisnya sampe dipeluk sama ayah atau ibunya,
*hehe mungkin ini momen biasa bagi pembaca semua, tapi ini yang paling bikin aku tersentuh..:')
Tadi ketika kami(aku, Kak Joya dan abang-abang perawat dari Ibnu Sina) sedang menyunat
anak ketiga, anak ini menangis histeris dan memberontak, sehingga ayahnya memeluk kepalanya erat sekali supaya anaknya gak bisa liat apa yang sedang kami lakukan dengan alat kelaminnya. Dan ketika anak itu mulai diam ayahnya membimbingnya membaca kalimat-kalimat thayyibah, dan menenangkannya dengan berkata 'sedikit lagi kok nak..'

Ketika melihat itu, entah kenapa aku teringat Papa...:')
Aku ingat waktu kecil aku pernah diurut(dengan sakiiit sekali) oleh tukang urut setelah jatuh dari tempat tidur, dan Papa juga menenangkanku seperti itu...

Dan ada lagi seorang Ibu yang memeluk anaknya yang disunat terakhir (karena dia sempat nangis-nangis gak mau disunat sehingga dibujuk-bujuk sama orang tuanya) sama eratnya dengan pelukan bapak tadi. Ini aku ambil fotonya :


Jadi ingat Mama juga...:')

Well sebagai 'cewek yang ga punya sodara cowok, ga pernah lihat orang sunatan dan ini baru
kali kedua aku melihatnya', momen-momen seperti ini sangat menyentuhku. Yah ternyata dari momen seperti sunatan kita bisa mengambil pelajaran juga y..:)
Mungkin pembaca semua dan teman-temanku yang cowok juga mengalami hal seperti ini(kalo
disunat iyalah, proteksi orang tua yang seperti ini loh maksudku.. dulunya?:D


Yah begitulah 'khitan' ato 'sunat' itu..walaupun sakit tapi banyak sekali hikmah dibaliknya.
Tujuannya sendiri sangat mulia, untuk menjaga higienitas alat kelamin. Kalo soal sakitnya sih, mungkin bisa dibilang itu 'momen menyakitkan'nya laki-laki, kalo perempuan kan ada melahirkan...hehehe

Begitulah sekilas ceritaku (dari sudut pandangku sendiri,:D) tentang sunatan massal kali ini..



**Yak ini foto seorang anak yang udah disunat, dengan sarung pinknya...yang diarahkan ayahnya supaya mau difoto,hahaha

Related Post:

3 Responses
  1. 077 Says:

    ^_^

    Terkadang kasih sayang orang tua baru benar-benar kita rasakan saat kita berada dalam kesusahan. Namun sesungguhnya kasih sayang mereka selalu ada disetiap nafas yang mereka hembuskan.. Karena mereka selalu mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya.. :)


    Semangat.!! ^_^


  2. dNa Says:

    iya nggo..:,)
    ktika kt mrasa ksepian dan berpikir gak ada yg peduli sama kita, coba kita sadari bahwa di dunia ini minimal ada 2 orang yang sangat mengasihi kita..
    yaitu ayah dan ibu..

    dina sayang papa mama..:*


  3. Anonim Says:

    Ah paling senang kalo yang sunat bu dokter cantik.rasanya nyaman disunat.gak ada takutnya.walaau sedikit sakit hampir tak dirasakan


komen yang jujur ya..