sebuah musibah


PESANTREN TERBESAR KAMPAR MUSNAH

Waktu membaca headline ini di Riau Pos Kamis, 25 Juni kemarin, aq bener-bener kaget dan nyaris gak percaya...Pesantren Darun Nahdah di Bangkinang, pesantren besar yang alumninya udah menyebar, dan tempat banyak orang yang kukenal (Ibu Guru yang ngasih ceramah fiqih di Aula tiap abis magrib, trus Subhan, dan teman-teman Pospenas lainnya..) belajar, dilalap si jago merah..

Apalagi sampai menewaskan salah seorang santri yang masih 13 tahun...Innalillahi,ini benar-benar menjadi pelajaran dan ujian buat umat Islam dan dunia pesantren di Indonesia dan Riau khususnya,,
Menguji ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan,
Menguji kesungguhan kita dalam menjalankan dunia pesantren Indonesia,
Menguji keperdulian umat Islam kepada saudaranya,

Di koran tadi disebutin, santri nya udah pada dipulangkan dan tinggal 10 orang yang belum pulang dan dititipkan di rumah warga. Para alumninya juga udah pada datang dan menyampaikan bela sungkawa dan bantuan...

Untungnya, Pesantren Darun Nahdah bukannya benar-benar musnah. Pengurusnya tetap bertekad akan menjalankan aktivitas dan kalender pendidikan pesantren ini, seperti perpisahan santri kelas akhir, penerimaan santri baru, dsb dengan meminjam ruang kelas beberapa sekolah di sekitarnya,dan usaha-usaha lainnya.
Pembangunan kembali juga akan dilakukan, dan diharapkan bangunannya akan lebih megah dari yang sebelumnya. Bangunan yang terbakar yaitu asrama putra dan ruang belajar serta laboraturiumnya (asrama putrinya gak terbakar...).Untuk itu para alumninya dihimbau untuk memberikan bantuan, dan terutama bantuan dana dari Departemen Agama pusat juga sangat diharapkan...


Hmmmm...melihat musibah ini aq jadi teringat lelucon dan mimpi yang aq dan teman-teman tertawakan waktu masih di pondok dulu...
Dan sekarang, lelucon itu sama sekali GAK LUCU lagi...

Semoga pihak-pihak yang tertimpa musibah ini diberi ketabahan dalam menghadapinya,,,
Amin,
read more.. »»  

sebuah pementasan tari, dari sudut pandang orang awam

Malam minggu, 13 Juni kemarin, alhamdulillah aq dapat rejeki ditraktir nonton..Kali ini bukan nonton pilm di 21 Mal Ciputra, tapi nonton pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Seligi Tajam Bertimbal" di MTQ.

Yah yah aq emang udah lama tertarik pingin nonton pertunjukan-pertunjukan kayak gini, terutama teater. Tapi selama ini gak pernah tau dimana bisa dapat tiketnya? Jadi ketika aq diajak oleh Suci Ramadhani (mulai sekarang dipanggil Bu Ajah,hehe), aq senang banget n minta izin sama ortu. Untung dibolehin, soalna mulainya malam jam 8 gitu..
Bu Ajah dapat tiketnya dari teman satu bimbelnya yang ikut dalam pertunjukan tari itu..bu ajah beli 2, dan aq diajak...hehe

Ketika sampai di MTQ, kami langsung masuk ke Anjung Seni Idrus Tintin, tempat digelarnya pentas tari ini. Wes gede banget gedungnya...aq yakin kalo bukan karena nonton ini, aq mungkin gak akan pernah masuk ke anjung seni itu, hehehe
Sebelum masuk ke ruang pertunjukan, penonton dikasih kipas. Waktu kami masuk ke dalam ruangan yang ada panggungnya itu..(aduh aduh aq bener-bener bingung gimana menggambarkannya ni,,hehe) pertunjukannya belum dimulai. Tirai panggung masih diturunkan. Tapi ketika udah mau mulai,,ada pengumuman berkumandang di seluruh ruangan itu. Banyak isi pengumumannya, tapi yang paling aq ingat:

1. Penonton gak boleh tepuk tangan
2. Penonton gak boleh berisik
3. Penonton gak boleh motret pake blitz
4. penonton gak boleh bawa makanan
5. Penonton gak boleh pake sendal jepit (loh??)

6. Penonton gak boleh bawa helm (loh?? loh??)
(percaya gak percaya, emang itu pengumumannya..)

Beberapa saat kemudian pertunjukannya mulai, dibuka dengan tampilnya seorang penari cowok yang menelungkup di atas level (katanya sih itu namanya..) bertingkat, kepalanya tertutup sebuah tas. Awalnya kami ketawa melihat tarian yang diperagakannya, trus bertanya-tanya ini maksudnya apa??? Tapi mungkin karena akhirnya terbiasa melihatnya, untuk seterusnya tarian-tarian itu gak terasa aneh dan lucu lagi, malah terasa keindahanya meskipun pertanyaan "apa maksudnya ni???" masih tetap bercokol di pikiran kami.

Tak lama setelah tarian pembukaan itu, ada beberapa hal unik yang bikin penonton tambah bertanya-tanya. Seperti lewatnya cewek-cewek sambil bawa galon, trus lewatnya seorang cowok yang berjalan kayak bagong dan pakai helm (pa ini berhubungan dengan pengumuman tadi??hahaha).

Trus tariannya dilanjutkan, penarinya makin rame, cowok dan cewek. Tariannya juga bervariasi, ada tarian cewek-cewek rame-rame, ada cowok dengan cewek, trus juga ada cowok yang bawa bendera gede gitu. Dan ada juga orang-orang yang bawa topeng, cewek-cewek yang melintasi panggung trus ketawa sendiri..wahaha bikin penonton ngakak juga!


<< ni yang sempat aq jepret, tanpa flash, pake nightmode...harap maklum dengan kualitasnya!


Yang paling aku sukai dari pertunjukan ini adalah
musiknya...terasa apik sekali dan mampu membuat penonton merasakan emosi yang digambarkan oleh para penari. Cocok dengan suasana tariannya,,,Salut deh dengan para pemain musiknya!
Pertunjukan tari itu diakhiri dengan tampilnya seorang cewek yang nyanyi dan bikin suasana hening, sambil bawa lilin. Dia melintasi panggung, semua penari lain terdiam dan tiba-tiba dia keluar dari ruangan lewat pintu samping. Gubrak! Trus tiba-tiba pertunjukannya selesai..
Penonton langsung tepuk tangan meriah, dan semua pendukung pertunjukan berdiri di panggung dan memberi penghormatan kepada penonton

Ketika penonton sudah keluar dari ruangan, banyak yang berdiskusi masih dengan pertanyaan yang sama..."apa maksud tarian tadi??","apa inti cerita dalam tarian itu?", dsb..Aq dan Bu Ajah juga bertanya-tanya, trus Bu Ajah memutuskan hari Seninnya dia bakal bertanya pada temannya yang ikut pementasan itu. Yah rasa penasaran bisa menunggu, itu pikiran kami. Meskipun rasanya "gak jelas", tapi tarian yang baru saja kami tonton tetap terasa indah. Tapi kenapa harus gak jelas?? Hmmm mungkin bagi para seniman, "semakin gak jelas, semakin berseni", wehehe...

Yah kalo dari sudut pandang orang awam seperti kami berdua dan penonton lainnya, ya cukup sekian. Tapi hari Senin nya, Riau Pos membahas tentang pertunjukan itu dalam sebuah artikel, yang bikin aq ber"oooooo" ria ketika membacanya, hahaha.

Ternyata tarian "Seligi Tajam Bertimbal" itu tentang cinta segi tiga dan batin yang diterkam dendam. Tarian ini diangkat dari novel berjudul "Burung Tiung Seri Gading" karya Hasan Junus. Tarian pembuka yang tampak lucu dan aneh tadi, menggambarkan kegalauan hati si Pemuda yang ternyata adalah Raja Laksemana. Cerita dalam tarian itu, Wan Sinari (ni cewek) dan Megat Seri Rama (ni cowok) bersekongkol mengganggu Raja Laksemana dan istrinya, Wan Inta. Wan Sinari jatuh cinta pada Raja Laksemana, kemudian meracuni Wan Inta. Sementara itu Megat punya dendam pada Raja Laksemana. Pokoknya korban akhirnya, si Wan Inta ini.

Hmmm..jujur ini pertama kalinya aq menikmati karya seni yang berupa pertunjukan. Hehehe jadi ingat pelajaran kesenian di sekolah sama Bu Rena! Sayang banget buk, dina baru nonton sekarang..coba kalo dari dulu, pasti dina bisa mendeskripsikan pengalaman menonton karya seni pertunjukan seperti tugas yang ibuk berikan pada kami itu..^^

Intinya aq senang, terhibur, dan kalo ada kesempatan lagi nonton pertunjukan seperti ini, aq gak akan nolak!
Hehe

(untung-untung ditraktir lagi!wehehehe minang...:B)


penonton iseng: "duo Bu Ajah hehe">>
read more.. »»  

Ode : Balada Orang Nganggur

Libur telah tiba
ada banyak hal yang gak perlu dilakuin lagi
tapi banyak juga hal yang harus dilakukan
banyak orang yang udah memulai "apa yang harus mereka lakukan"
namun banyak juga orang yang udah mengakhirinya
sehingga mereka gak punya banyak hal yang bisa dikerjakan
orang-orang seperti ini yang merupakan orang nganggur di masa liburan

ketika semua orang sibuk beraktifitas
si orang nganggur bingung harus berbuat apa
memang ada aktifitas yang dia lakukan
tapi semua itu hanya hal-hal kecil yang membuatnya bosan
karena udah gak menantang, keseringan pulak

nonton,gak pernah gak mengisi harinya
meskipun gak banyak acara tivi yang disukainya
dia sering nonton cuma buat mempercepat hari itu berlalu
cemilan,sering menemaninya
walaupun kadang dia bingung mau ngemil apa
maen game..hm mungkin ini yang asik
ato mungkin online trus berlama-lama di facebook
namun dia harus berhenti ketika kepalanya pening karena kelamaan kena radiasi
tidur,apalagi
itulah yang dilakukannya kalo udah benar-benar gak ada yang bisa dikerjain

mau ngontak teman,nelpon ato sms-an
mereka pada sibuk dengan "apa yang harus mereka lakukan" itu
mau pergi jalan ke mal
ato nongkrong dimana..gitu
malas pergi sendirian, trus payah banget cari teman yang bisa diajak
dan dia tipe orang nganggur yang payah pergi sendiri, karena masalah transportasi

si orang nganggur coba menyusun agenda
apa-apa aja yang pingin dia lakuin selama liburan ini
namun untuk mewujudkan itu semua juga banyak hambatannya
kebanyakan agendanya itu tak bisa dia lakukan tanpa orang lain
nah orang lain itu juga belum ada waktu untuk membantunya
jadi kini dia harus menunggu dulu entah sampai kapan
dengan mengubur "rasa terlalu berharap" dalam-dalam di hatinya

tapi terkadang si orang nganggur dapat kerjaan
tugas tak terduga yang cukup menantang baginya
namun terkadang cukup membingungkannya
mungkin karena tak sesuai dengan kapasitas otak dan kemampuannya
sehingga kadang ada rasa jenuh mengerjakannya
jadi serba salah,
nganggur salah, dapat kerjaan juga salah...
dan ketika tugasnya selesai, ia lega sekali
namun setelah itu hari-hari kosong dan nganggur kembali dimulainya

ah, dia dan orang-orang nganggur lainnya
berharap hari ketika mereka bisa sibuk akan segera datang
meskipun mungkin setelah hari itu tiba
saking sibuknya mereka malah berharap bisa nganggur lagi, hihihi emang dasar!
yah mungkin ini juga karena sifat manusia
yang emang gak pernah puas

(ode ini dipersembahkan untuk "orang-orang nganggur" di seluruh indonesia..)
read more.. »»  

still love u....sumbar!


Baru pulang liburan sekilas dari kampung ni,
Sumatra Barat tetep blom kehilangan pesona nya!
Foto ini cuma segelintir,,,,


(cuma ni yg bisa aq tulis sekarang,,,waktunya sempit ne.hehe maap...:B)
read more.. »»