Yuk kita lihat diri kita



Selamat sore visitor semua...:)

Sepanjang hidupku(halah) aku sering kepikiran hal-hal seperti ini:

"Rasanya cepat banget waktu berlalu, rasanya baru kemarin aku masuk SD, main sepeda..sekarang tiba-tiba udah segede ini, kuliah pula..."

"Gimana ya kejadiannya kok kita bisa tumbuh jadi seperti ini,tapi kita gak terlalu sadar akan pertumbuhan kita itu...yah kita kan bukan tumbuh dengan "tiit!"(ato bunyi-bunyian lainnya,hhe) trus tiba-tiba tambah tinggi 1 cm kan??"


"Tanganku tambah panjang dari waktu kecil dulu(ya iyalah!!),dan aku bahkan gak liat proses tumbuhnya.."

Hehehe ini semua adalah pemikiran-pemikiranku, yang mungkin terlihat sepele, tapi menggelitik untuk kita pikirkan kan?
Dan aku yakin visitor semua pasti juga pernah (ato mungkin juga sering,hehe) memikirkan masalah ini...:D

Bahkan di kelas Filsafat, dosen kami Ibu Siti Sofro juga pernah menyinggung hal ini. Dengan gaya bicaranya yang lucu beliau mengatakan :
"Di dunia ini banyak hal yang ajaib. Contohnya aja kita. Kita yang dulu lahir jadi anak bayi, tiba-tiba aja udah sebesar ini. Kan ajaib tu!"

Haha Bu Siti benar-benar menyampaikan apa yang sudah lama kupikirkan!Benar tu buk..walau sebenarnya mungkin pertumbuhan kita itu bukan tiba-tiba, sangat lama malah prosesnya...hanya saja kita selama ini tidak menyadarinya..

Nah
Ketika sekali waktu aku membaca Al-Qur'an, kebetulan aku ketemu ayat ini, surat Ar-Ruum ayat 20 :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

Wew!
Subhanallah...pertumbuhan kita yang "ajaib" pun sesungguhnya merupakan (lagi-lagi) salah satu tanda kekuasaan Allah, yang (lagi-lagi) sering luput dari pemikiran kita...

Bagaimana kalau Allah tidak mengizinkan kita untuk tumbuh???
Mungkin tinggi badan kita akan jadi segitu-segitu saja, walaupun umur kita bertambah. Dan ini juga terjadi pada banyak orang yang menderita penyakit tertentu (ya, manusia menggolongkan kejadian ini sebagai penyakit).
Karena itu, jika kita termasuk manusia yang tidak diuji Allah dalam bentuk penyakit-penyakit seperti ini, udah sepatutnya kita bersyukur..

Alhamdulillahirabbilalamin...:)

Yak. Sekali lagi, masih banyak nikmat Allah lainnya untuk kita. Tak terhitung. Mulai dari yang ada pada diri kita, dekat sekali dengan kita, sampai yang ada di luar diri kita seperti langit yang aku bahas kemarin...

Semoga kita tergolong hamba Allah yang selalu bersyukur, amiiin...





Related Post:

3 Responses
  1. 077 Says:

    Wah....
    Ada yang baru,,
    betulbetulbetul,, ^_^
    Semoga kita tegolong hamba Allah yang bersyukur...

    Semangat,, Dan jangan lupa untuk tersenyum... ^_^


  2. Anonim Says:

    karena kita menikmati hidup, makanya gk terasa waktu din.


  3. makasih komennya kawan2..:)

    @o77
    hehe amiiin..:)
    sip,mari kita terus berusaha tersenyum dalam keadaan sesusah apapun,,

    @civilenvi
    tulbetulbetul (sdkit nyontek kata2 077,hhe)
    n ga terasa juga pertumbuhan kita ya,haha


komen yang jujur ya..