@_@

T.T

suasana hati yang tak menentu ini...

maap aku galau, tapi hati ini memang sedang butuh solusi sekarang
hanya saja aku ndak bisa cerita ke orang
ndak bisa menuangkan dan menggambarkan ke siapapun betapa membingungkannya hatiku sekarang ini...

jadi biarlah aku tuangkan disini....
mumpung ada blog ini
semoga bisa meringankan beban hati

aku aja gak ngerti apa yang kurasakan sekarang ini sebenarnya -.-a
campur aduk

ya sudahlah
intinya aku pengen numpang teriak

waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

@_@

Ya Allah,semoga segera ada solusi untuk semua ini...>_<

read more.. »»  

Dimana Rumahmu Nak?? *repost,:p

*ini aku repost dari FB,hehe silakan dibaca..terutama buat pembaca yang selama ini sibuk dengan beragam aktivitas, dan lebih terutama lagi buat yg masih  tinggal dengan orang tua..:)




Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya :)
read more.. »»  

Testimonials

"Amanah itu sungguh berat, karena akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti."

"Semua yang dititipkan ke kita, yang orang-orang minta tolong ke kita, bahkan semua yang kita miliki, itu semuanya amanah..dan amanah terbesar yang kita emban dalam hidup ini, adalah kehidupan yang kita jalani saat ini. Karena semua yang kita lakukan selama hidup juga akan dipertanggungjawabkan nantinya.."

"Sungguh banyak amanah yang telah kusia-siakan. Masih adakah waktu bagiku untuk memperbaikinya??"
T.T

"Selama aku masih diberi kesempatan hidup, aku harus manfaatkan waktu yang kupunya. Selagi masih ada kesempatan, segera selesaikan semuanya"

"Semua ini pastilah ujian dari Allah..dan Allah gak akan memberi aku ujian ini kalo aku gak sanggup menghadapinya.."

"Tiap orang punya ujiannya masing-masing. Mereka yang nampak ceria dan gak ada masalah, bisa jadi ternyata punya masalah yang gak kita ketahui..ato justru keindahan hidup mereka itulah yang dijadikan ujian dari Allah buat mereka"

"Supaya bisa bersyukur, lihatlah ke bawah...kalo kita hanya melihat ke atas, yang ada hanya rasa gak puas.."

"Banyak orang lain yang ujiannya lebih berat daripada kita, yang kita hadapi ini bukan apa-apa.."

"Aku pernah minta pada Allah supaya diberi mental yang kuat, mungkin ujian inilah cara Allah mengabulkan doaku itu..:)"

"Yang terpenting sekarang adalah, berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.."

"Allah bukan menilai hasil usaha kita, tapi proses yang kita lalui dalam usaha tersebut..:)"

"Dan yang gak kalah penting, IKHLAS akan apapun yang ditetapkan oleh-Nya"

"Jika nanti ternyata hasil usaha kita gak seperti yang diharapkan, sangkal semua prasangka buruk yang muncul dalam pikiran kita tentang Nya"

"Dia Tuhan kita yang Maha Bijaksana, Dia tahu apa yang tidak kita ketahui. Bisa jadi apa yang buruk menurut kita, itulah yang terbaik menurutNya"

"Please..jangan pernah berprasangka buruk terhadapNya..lupakah kita akan segala nikmat yang telah Ia berikan pada kita, yang kita gak akan sanggup menghitungnya??"

"Memang gak semudah itu menumbuhkan keikhlasan, tapi yang terpenting, jangan putus asa mencoba..jangan pernah berhenti percaya padaNya"

"We're gonna get through this!!^_^"


*untuk siapapun yang sedang menghadapi apa yang juga kuhadapi
memikirkan apa yang juga sedang kupikirkan
mengharapkan apa yang sedang kuharapkan
(ato minimal konteksnya sama,hehehe)

semoga bisa menggelitik pikiran untuk merenungkannya..:)

Never Stop Believing!!






read more.. »»