sebuah pementasan tari, dari sudut pandang orang awam
Malam minggu, 13 Juni kemarin, alhamdulillah aq dapat rejeki ditraktir nonton..Kali ini bukan nonton pilm di 21 Mal Ciputra, tapi nonton pertunjukan tari kontemporer yang berjudul "Seligi Tajam Bertimbal" di MTQ.
Yah yah aq emang udah lama tertarik pingin nonton pertunjukan-pertunjukan kayak gini, terutama teater. Tapi selama ini gak pernah tau dimana bisa dapat tiketnya? Jadi ketika aq diajak oleh Suci Ramadhani (mulai sekarang dipanggil Bu Ajah,hehe), aq senang banget n minta izin sama ortu. Untung dibolehin, soalna mulainya malam jam 8 gitu..
Bu Ajah dapat tiketnya dari teman satu bimbelnya yang ikut dalam pertunjukan tari itu..bu ajah beli 2, dan aq diajak...hehe
Ketika sampai di MTQ, kami langsung masuk ke Anjung Seni Idrus Tintin, tempat digelarnya pentas tari ini. Wes gede banget gedungnya...aq yakin kalo bukan karena nonton ini, aq mungkin gak akan pernah masuk ke anjung seni itu, hehehe
Sebelum masuk ke ruang pertunjukan, penonton dikasih kipas. Waktu kami masuk ke dalam ruangan yang ada panggungnya itu..(aduh aduh aq bener-bener bingung gimana menggambarkannya ni,,hehe) pertunjukannya belum dimulai. Tirai panggung masih diturunkan. Tapi ketika udah mau mulai,,ada pengumuman berkumandang di seluruh ruangan itu. Banyak isi pengumumannya, tapi yang paling aq ingat:
1. Penonton gak boleh tepuk tangan
2. Penonton gak boleh berisik
3. Penonton gak boleh motret pake blitz
4. penonton gak boleh bawa makanan
5. Penonton gak boleh pake sendal jepit (loh??)
6. Penonton gak boleh bawa helm (loh?? loh??)
Yah yah aq emang udah lama tertarik pingin nonton pertunjukan-pertunjukan kayak gini, terutama teater. Tapi selama ini gak pernah tau dimana bisa dapat tiketnya? Jadi ketika aq diajak oleh Suci Ramadhani (mulai sekarang dipanggil Bu Ajah,hehe), aq senang banget n minta izin sama ortu. Untung dibolehin, soalna mulainya malam jam 8 gitu..
Bu Ajah dapat tiketnya dari teman satu bimbelnya yang ikut dalam pertunjukan tari itu..bu ajah beli 2, dan aq diajak...hehe
Ketika sampai di MTQ, kami langsung masuk ke Anjung Seni Idrus Tintin, tempat digelarnya pentas tari ini. Wes gede banget gedungnya...aq yakin kalo bukan karena nonton ini, aq mungkin gak akan pernah masuk ke anjung seni itu, hehehe
Sebelum masuk ke ruang pertunjukan, penonton dikasih kipas. Waktu kami masuk ke dalam ruangan yang ada panggungnya itu..(aduh aduh aq bener-bener bingung gimana menggambarkannya ni,,hehe) pertunjukannya belum dimulai. Tirai panggung masih diturunkan. Tapi ketika udah mau mulai,,ada pengumuman berkumandang di seluruh ruangan itu. Banyak isi pengumumannya, tapi yang paling aq ingat:
2. Penonton gak boleh berisik
3. Penonton gak boleh motret pake blitz
4. penonton gak boleh bawa makanan
5. Penonton gak boleh pake sendal jepit (loh??)
6. Penonton gak boleh bawa helm (loh?? loh??)
(percaya gak percaya, emang itu pengumumannya..)
Beberapa saat kemudian pertunjukannya mulai, dibuka dengan tampilnya seorang penari cowok yang menelungkup di atas level (katanya sih itu namanya..) bertingkat, kepalanya tertutup sebuah tas. Awalnya kami ketawa melihat tarian yang diperagakannya, trus bertanya-tanya ini maksudnya apa??? Tapi mungkin karena akhirnya terbiasa melihatnya, untuk seterusnya tarian-tarian itu gak terasa aneh dan lucu lagi, malah terasa keindahanya meskipun pertanyaan "apa maksudnya ni???" masih tetap bercokol di pikiran kami.
Tak lama setelah tarian pembukaan itu, ada beberapa hal unik yang bikin penonton tambah bertanya-tanya. Seperti lewatnya cewek-cewek sambil bawa galon, trus lewatnya seorang cowok yang berjalan kayak bagong dan pakai helm (pa ini berhubungan dengan pengumuman tadi??hahaha).
Trus tariannya dilanjutkan, penarinya makin rame, cowok dan cewek. Tariannya juga bervariasi, ada tarian cewek-cewek rame-rame, ada cowok dengan cewek, trus juga ada cowok yang bawa bendera gede gitu. Dan ada juga orang-orang yang bawa topeng, cewek-cewek yang melintasi panggung trus ketawa sendiri..wahaha bikin penonton ngakak juga!
< < ni yang sempat aq jepret, tanpa flash, pake nightmode...harap maklum dengan kualitasnya!
Yang paling aku sukai dari pertunjukan ini adalah musiknya...terasa apik sekali dan mampu membuat penonton merasakan emosi yang digambarkan oleh para penari. Cocok dengan suasana tariannya,,,Salut deh dengan para pemain musiknya!
Pertunjukan tari itu diakhiri dengan tampilnya seorang cewek yang nyanyi dan bikin suasana hening, sambil bawa lilin. Dia melintasi panggung, semua penari lain terdiam dan tiba-tiba dia keluar dari ruangan lewat pintu samping. Gubrak! Trus tiba-tiba pertunjukannya selesai..
Penonton langsung tepuk tangan meriah, dan semua pendukung pertunjukan berdiri di panggung dan memberi penghormatan kepada penonton
Ketika penonton sudah keluar dari ruangan, banyak yang berdiskusi masih dengan pertanyaan yang sama..."apa maksud tarian tadi??","apa inti cerita dalam tarian itu?", dsb..Aq dan Bu Ajah juga bertanya-tanya, trus Bu Ajah memutuskan hari Seninnya dia bakal bertanya pada temannya yang ikut pementasan itu. Yah rasa penasaran bisa menunggu, itu pikiran kami. Meskipun rasanya "gak jelas", tapi tarian yang baru saja kami tonton tetap terasa indah. Tapi kenapa harus gak jelas?? Hmmm mungkin bagi para seniman, "semakin gak jelas, semakin berseni", wehehe...
Yah kalo dari sudut pandang orang awam seperti kami berdua dan penonton lainnya, ya cukup sekian. Tapi hari Senin nya, Riau Pos membahas tentang pertunjukan itu dalam sebuah artikel, yang bikin aq ber"oooooo" ria ketika membacanya, hahaha.
Ternyata tarian "Seligi Tajam Bertimbal" itu tentang cinta segi tiga dan batin yang diterkam dendam. Tarian ini diangkat dari novel berjudul "Burung Tiung Seri Gading" karya Hasan Junus. Tarian pembuka yang tampak lucu dan aneh tadi, menggambarkan kegalauan hati si Pemuda yang ternyata adalah Raja Laksemana. Cerita dalam tarian itu, Wan Sinari (ni cewek) dan Megat Seri Rama (ni cowok) bersekongkol mengganggu Raja Laksemana dan istrinya, Wan Inta. Wan Sinari jatuh cinta pada Raja Laksemana, kemudian meracuni Wan Inta. Sementara itu Megat punya dendam pada Raja Laksemana. Pokoknya korban akhirnya, si Wan Inta ini.
Hmmm..jujur ini pertama kalinya aq menikmati karya seni yang berupa pertunjukan. Hehehe jadi ingat pelajaran kesenian di sekolah sama Bu Rena! Sayang banget buk, dina baru nonton sekarang..coba kalo dari dulu, pasti dina bisa mendeskripsikan pengalaman menonton karya seni pertunjukan seperti tugas yang ibuk berikan pada kami itu..^^
Intinya aq senang, terhibur, dan kalo ada kesempatan lagi nonton pertunjukan seperti ini, aq gak akan nolak!
Hehe
(untung-untung ditraktir lagi!wehehehe minang...:B)
Beberapa saat kemudian pertunjukannya mulai, dibuka dengan tampilnya seorang penari cowok yang menelungkup di atas level (katanya sih itu namanya..) bertingkat, kepalanya tertutup sebuah tas. Awalnya kami ketawa melihat tarian yang diperagakannya, trus bertanya-tanya ini maksudnya apa??? Tapi mungkin karena akhirnya terbiasa melihatnya, untuk seterusnya tarian-tarian itu gak terasa aneh dan lucu lagi, malah terasa keindahanya meskipun pertanyaan "apa maksudnya ni???" masih tetap bercokol di pikiran kami.
Tak lama setelah tarian pembukaan itu, ada beberapa hal unik yang bikin penonton tambah bertanya-tanya. Seperti lewatnya cewek-cewek sambil bawa galon, trus lewatnya seorang cowok yang berjalan kayak bagong dan pakai helm (pa ini berhubungan dengan pengumuman tadi??hahaha).
Trus tariannya dilanjutkan, penarinya makin rame, cowok dan cewek. Tariannya juga bervariasi, ada tarian cewek-cewek rame-rame, ada cowok dengan cewek, trus juga ada cowok yang bawa bendera gede gitu. Dan ada juga orang-orang yang bawa topeng, cewek-cewek yang melintasi panggung trus ketawa sendiri..wahaha bikin penonton ngakak juga!<
Yang paling aku sukai dari pertunjukan ini adalah musiknya...terasa apik sekali dan mampu membuat penonton merasakan emosi yang digambarkan oleh para penari. Cocok dengan suasana tariannya,,,Salut deh dengan para pemain musiknya!
Pertunjukan tari itu diakhiri dengan tampilnya seorang cewek yang nyanyi dan bikin suasana hening, sambil bawa lilin. Dia melintasi panggung, semua penari lain terdiam dan tiba-tiba dia keluar dari ruangan lewat pintu samping. Gubrak! Trus tiba-tiba pertunjukannya selesai..
Penonton langsung tepuk tangan meriah, dan semua pendukung pertunjukan berdiri di panggung dan memberi penghormatan kepada penonton
Ketika penonton sudah keluar dari ruangan, banyak yang berdiskusi masih dengan pertanyaan yang sama..."apa maksud tarian tadi??","apa inti cerita dalam tarian itu?", dsb..Aq dan Bu Ajah juga bertanya-tanya, trus Bu Ajah memutuskan hari Seninnya dia bakal bertanya pada temannya yang ikut pementasan itu. Yah rasa penasaran bisa menunggu, itu pikiran kami. Meskipun rasanya "gak jelas", tapi tarian yang baru saja kami tonton tetap terasa indah. Tapi kenapa harus gak jelas?? Hmmm mungkin bagi para seniman, "semakin gak jelas, semakin berseni", wehehe...
Yah kalo dari sudut pandang orang awam seperti kami berdua dan penonton lainnya, ya cukup sekian. Tapi hari Senin nya, Riau Pos membahas tentang pertunjukan itu dalam sebuah artikel, yang bikin aq ber"oooooo" ria ketika membacanya, hahaha.
Ternyata tarian "Seligi Tajam Bertimbal" itu tentang cinta segi tiga dan batin yang diterkam dendam. Tarian ini diangkat dari novel berjudul "Burung Tiung Seri Gading" karya Hasan Junus. Tarian pembuka yang tampak lucu dan aneh tadi, menggambarkan kegalauan hati si Pemuda yang ternyata adalah Raja Laksemana. Cerita dalam tarian itu, Wan Sinari (ni cewek) dan Megat Seri Rama (ni cowok) bersekongkol mengganggu Raja Laksemana dan istrinya, Wan Inta. Wan Sinari jatuh cinta pada Raja Laksemana, kemudian meracuni Wan Inta. Sementara itu Megat punya dendam pada Raja Laksemana. Pokoknya korban akhirnya, si Wan Inta ini.Hmmm..jujur ini pertama kalinya aq menikmati karya seni yang berupa pertunjukan. Hehehe jadi ingat pelajaran kesenian di sekolah sama Bu Rena! Sayang banget buk, dina baru nonton sekarang..coba kalo dari dulu, pasti dina bisa mendeskripsikan pengalaman menonton karya seni pertunjukan seperti tugas yang ibuk berikan pada kami itu..^^
Intinya aq senang, terhibur, dan kalo ada kesempatan lagi nonton pertunjukan seperti ini, aq gak akan nolak!

Hehe
(untung-untung ditraktir lagi!wehehehe minang...:B)
penonton iseng: "duo Bu Ajah hehe">>



wew............
pengen nonton kemaren pas ada beritanya diriau pos (sebelum pentas) tapi ga tau dimana beli tiketnya.... hahaha.... aq udah tau bakalan ga jaleh n ga bisa dimengerti... tapi tetap aja penasaran.... beruntung awaktu ya....